Sabtu, 29 Januari 2011

==KIDUNG HATI DALAM SEPI==

hanya memegut pesan,,di bias puisiku,
memintal kata kata di sudut matamu.

aku..dengan kidung hatiku,,
yang tersudut sepi,,di bilik sandar ku


aku,,perempuan tak berparas ayu..
aku,,pemilik paras yang layu..

aku,,belajar memahami akan suka duka hidup.
aku,,belajar memahami..sakit yang tiada surut..

aku,,tak seperti dalam dugamu,,


1,  aku mengorek guratan hidup yang menggeliat.
menyelaras desahan nafasku.
memahami tanah nan keras membebatu..
meririk tangis. pijakan badan yang meritik pilu.

2, membedebukan gemuruh di jiwa yang kian menderu.
yang mengirama,mengalunkan jejak kidung sendu.
yang merayu embun mata,,meleleh nan menyayu
basahi bibir,,membisu mengundang kelu.

3, menanti esok dan esok hari aku begini lagi.
alam ku menyeteru,,mementari panas
, merundung dedahanan merangas,


4, lalu,,, aku hijrahkan saja rasa dan angan ku ke sebuah kota,,
 namun sampailah jua aku di kota yang mati..
berbiur kerikil nya pun berbaris di tepi..
sesekali tajam menggurih hatti..
laju kencang aku berlari..menyadari aku di serkapan kota..
tak berpenghuni,,yang hanya menyaji sepi..

5, ku hela nafas,,menghela ku berlapang hati..
walau berdesakan aku memeluk anganan di mimpi
mencumbuhi janji janji hari..merindui semua usai  dan lalu kembali..

6, selayak petani,,yang sedari pagi menyawah ladang..
kosongkan rumah bak kunag malam sekejap menghilang..
akan kah rasa berserentak pulang..
menghulur tangan di hulur menyambut sayang..


7,  daku merintih di bilik se orang..
dalam bening muara rindu.
daku mementul bayang bayang seruling nan merdu'
meski tanah yang ku gedak,,masih mengering dan bisu..


8, dan sesekali sadar ku cium akan aroma melati..
yang menyentak kan diri tat kala sang sasakala berbunyi..
aku terhimpit ,,terjepit teriakan yang se akan mati..
ku sadari,,malam ku simpuh semata kehendak ilahi,,


9, aku mengasah nurani menyedia empatiy..
beribu lara dukaku se akan tak mati..
aaaaaccch mengeluh aku,,lelahnya aku.
ku usap saja keningku dengan lengan bajuku.


10, hhhhhhheeem senyum saja aku..
lalu ku lirik gelas terakhir ku di hari ini..
setelah aku duduk di jam yang lalu..

mmmmmmmmmm puass ku serambi menggigit bibir ku


kidunghati dalam sepi
(siami rachmawati merindu)